bismillahirrohmaanirrohim
PENDAHULUAN
Metode regula falsi atau metode posisi palsu
merupakan salah satu solusi pencarian akar dalam penyelesaian persamaan-persamaan
non linier melaui proses iterasi (pengulangan). Persamaan non linier ini
biasanya berupa persamaan polynomial tingkat tinggi, eksponensial, logaritmik,
dan kombinasi dari persamaan-persamaan tersebut. Seperti metode biseksi, Metode regula falsi juga termasuk dalam metode
tertutup. Pada umumnya pencarian akar dengan metode biseksi selalu dapat
menemukan akar, namun kecepatan untuk mencapai akar hampiran sangat lambat,
oleh karena itu untuk mempercepat pencarian akar tersebut dibutuhkan metode
lain yaitu metode regula falsi. kehadiran metode regula falsi adalah sebagai
modifikassi dari metode biseksi, yang kinerjanya lebih cepat dalam mencapi akar
hampiran.
METODE REGULA
FALSI
Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam
menggunakan metode ini adalah kita harus tahu prinsipnya, yaitu :
1.
Menggunakan garis scan (garis lurus yang menghubungkan dua koordinat
nilai awal terhadap kurva) untuk mendekati akar persamaan nonlinier (titik
potong kurva f(x) dengan sumbu x) .
2.
Taksiran nilai akar selanjutnya merupakan titik potong garis scan dengan
sumbu x.
Gambar :
representasi grafis metode regula falsi
Berdasarkan gambar di atas, didapat rumus metode
regula falsi :
(f(b) – f(a)) / (b – a) = (f(b) – 0) / (b – c)dapat disederhanakan menjadi c = (f(b)a – f(a)b) / (f(b) – f(a))
ALGORITMA METODE REGULA FALSE
Asumsi awal yang harus diambil adalah sama seperti pada metode bisection yaitu menebak interval awal [a,b] dimana f(x) adalah kontinu padanya, demikian pula interval tersebut harus mengapit nilai akar , sedemikian sehingga .
Algoritma:
- Tebak nilai interval [a,b], tentukan nilai error (e) dan iterasi maksimum (N)
- Cek konvergensi nilai f(a) dan f(b)
- Jika tanda f(a) f(b), nilai awal dapat digunakan untuk iterasi selanjutnya
- Jika tanda f(a) = f(b), tentukan nilai awal yang baru.
rumusnya; c = (f(b)a – f(a)b) / (f(b) – f(a))
4. cek konvergensi nilai c yaitu jika nilai f(c) = 0 maka hentikan proses iterasi
5. jika belum konvergensi Tentukan nilai interval baru dengan cara;
- jika tanda f(c) = tanda f(a) maka c = a
- jika tanda f(c) = tanda f(b) maka c = b
Dengan metode regula falsi, tentukanlah akar dari persamaan !
Penyelesaian:
Langkah 1. Tentukan nilai interval awal [a,b]. Misal a = 2 dan b = 5, e = 0,001
Langkah 2. Cek konvergensi nilai f(a) dan f(b)
- Jika tanda f(a) f(b), nilai awal dapat digunakan untuk iterasi selanjutnya
- Jika tanda f(a) = f(b), tentukan nilai awal yang baru.
a=2 maka f(2) = (2)2 – 5(2) + 4= -2
b=5 maka f(5) = (5)2 – 5(5) + 4= 4
karena tanda f(a) f(b) maka nilai awal dapat digunakan untuk iterasi selanjutnya.
Langkah 3. lakukan iterasi dan tentukan nilai c (hitung akar),
rumusnya; c = (f(b)a – f(a)b) / (f(b) – f(a))
|
Iterasi (n)
|
a
|
b
|
f(a)
|
f(b)
|
f(c)
|
c
|
|
0
|
2
|
5
|
-2
|
4
|
-2
|
3
|
|
1
|
3
|
5
|
-2
|
4
|
-0,889
|
3,667
|
|
2
|
3,667
|
5
|
-0,889
|
4
|
-0,264
|
3,909
|
|
3
|
3,909
|
5
|
-0,264
|
4
|
-0,069
|
3,977
|
|
4
|
3,977
|
5
|
-0,069
|
4
|
-0,018
|
3,994
|
|
5
|
3,994
|
5
|
-0,018
|
4
|
-0,004
|
3,999
|
|
6
|
3,999
|
5
|
-0,004
|
4
|
-0,001
|
4
|
|
7
|
4
|
5
|
-0,001
|
4
|
0
|
4
|
Iterasi dihentikan karena nilai c6 = c7
(konstan) dan f(c) = 0, sehingga diperoleh akar dari persamaan
adalah 4 pada iterasi ke 7
No comments:
Post a Comment